Skip to content

Kedewasaan Anak Sekarang

July 12, 2011

Tahukah Anda berapa usia ibu Anda ketika menikah? Kalau Anda sekarang berusia diatas 25 tahun saya yakin banyak dari ibu kita menikah diusia yang relatif muda. Ada yang 21 thaun, 19 tahun, bahkan 15 tahun. Apakah mereka menginginkan menikah diusia semuda itu? Boleh jadi tidak! Meraka menikah diusia muda karena sosio kemasyarakatan yang ada waktu itu yang memaksanya. Orang jaman dulu lazim menikah diusia dibawah 20 tahun, kadang malah saat menginjak akil baligh pertama kalinya.

Walaupun menikah diusia relatif muda tapi ibu-ibu kita itu telah berada dalam taraf dewasa khususnya dewasa secara mental. Ketika mereka pertama kali mempunyai anak, maka secara naluriah mereka sudah dapat memperlakukan anaknya layaknya seorang ibu. Mereka menyusui, mennganti popok, menggendong sampai anaknya tertidur, dan juga memberi makan anaknya.

Kedewasaan ibu-ibu kita dan bapak-bapak kita tidak datang begitu saja. Mereka sudah ditempa untuk menjadi orang yang berperilaku dewasa semenjak kecil. Pada jaman dulu anak usia 4-5 tahun sudah mampu mengasuh adiknya yang masih bayi dengan sangat alamiah. Orang tua merekalah yang mengajari itu semua. Orang tahu mereka mampu memberikan tanggung jawab kepada anak-anaknya hal-hal apa saja yang seharusnya dilakukan dan hal-hal apa saja yang selazimnya tidak dilakukan anak-anak. Kedewasaan anak secara mental salah satunya dilatihkan dengan memberikan tanggungjawab membantu pengasuhan anak terkecil kepada anak-anaknya yang lebih besar.

Kedewasaan Anak Sekarang

Dalam sebuah obrolan rngan dengan salah satu dosen universitas negeri di yogyakarta, beliau mengamati bertahun-tahun kerumunan orang-orang yang berkepentingan mendaftar ke perguruan tinggi tersebut. Secara kasar dapat teramati bahwa kurang lebih setengah dari kerumunan itu hanyalah orang tua atau keluarga si calon mahasiswa. Dengan kata lain beliau ingin mengatakan bahwa kemandirian dan kedewasaan si anak mahasiswa itu belum terlihat pada awal mereka memasuki gerbang universitas. Saya pun membandingkan dengan jaman-jaman saat saya mencari universitas atau bahkan mencari SMP tidak banyak terlihat orang tua mendampingi anak-anak mereka. Segalanya mereka urusi sendiri bahkan sampai membayarkan uang pangkal dan uang gedung mereka bawa sendiri untuk diberikan kepada sekolah atau universitas.

Jaman telah berubah

Banyak analisis dan pendapat mengapa sekarang terjadi kedewasaan mental yang semakin lambat. Banyak orang menikah lambat, pun banyak orang yang terlanjur memiliki anak diusia dini tetapi tidak bisa mengasuh anak secara dewasa. Bahkan banyak kita dapati pengasuhan diserahkan kepada eyangnya, kakaek neneknya, atau malah pembantunya.

Faktor keamanan dan keadaan yang tidak kondusif juga memicu perilaku orang tua yang sangat mengkhawatirkan anaknya. Hal ini sanagt wajar karena keselamatan bersama adalah hal utama bagi kita semua. Tetapi ada pendapat yang saya kira benar, dimana dijaman sekarang banayk aktivitas anak-anak kita yang berujung tak lebih bermain-main saja. Aktivitas itu hanya mngejar kesenangan sesaat. Itulah yang membuat kedewasaan mental datang terlambat. Bermain game komputer, playstation, naik motor bareng-bareng, ke mall, ke hiburan malam. Mereka menikmati itu tanpa mau mengambil hikmah pelajaran dari itu semua. Semua dinikmati sebagai hiburan. Alhasil mereka belajar sebagai beban (yang diamanatkan oleh orang tua), mengerjakan tugas sekolah hanya berbekal modem untuk berselancar di google. Dan hasilnya adalah tugas mereka mirip satu sama lain karena sama sama mencopy paste dari wikipedia dan situs-situs yang lain.

Perilaku Yang Mendewasakan

Keteladanan dari orang tua dalam lingkungan keluarga -mungkin- adalah hal terpenting bagi anak-anak kita. Anak kita akan meniru perilaku kita. Perilaku buruk sangat gampang ditiru, perilaku baik butuh waktu lama untuk membudayakan. Diluar sana (lingkungan, televisi, internet) dipampang dengan gamblang teladan-teladan yang tidak baik bagi kita dan generasi sesudah kita.. Sangat sulit bagi kita untuk mengontrolnya; pun sangat sulit bagi kita mendidik anak-anak kita dengan gaya/model orang tua kita mendidik kita karena anak kita hidup dijaman yang sama sekali berbeda denga jaman kita. Yang dapat kita lakukan adalah menanamkan karakter-karakter baik dengan cara-cara yang disepakati dalam keluarga dan tentu saja keteladanan.

Sumber gambar.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: