Skip to content

Gowes Minggu Pagi ke Pakem

December 21, 2010

warung ijo

Bersepeda ternyata membuat addict. Pertama kali bersepeda beberapa waktu lalu memang terasa amat sangat lelah. Apalagi bila kita menempuh jarak jauh setelah lama tidak bersepeda. Sehingga disarankan untuk memulai latihan bersepeda dengan jarak-jarak pendek selama beberapa hari/pekan sebelum memulai rute yang lebih jauh.

Demikian juga dengan saya. Sudah sekitar 5 bulan saya aktif bersepeda setiap minggu. Bahkan sering juga pada hari-hari kerja, saya menyempatkan bersepeda pagi sebelum berangkat ke kantor. Beberapa kali saya menyempatkan diri bersepeda ke kantor yang jaraknya tidak terlalu jauh (kurang dari 7 KM). Sebenarnya ada niatan untuk rutin berangkat ke kantor setiap minggunya paling tidak sekali seminggu, tetapi karena ada urusan mengantar anak sekolah, hal ini menjadi sulit dilakukan. Disamping itu jalur menuju ke kantor yang tidak terlalu jauh itu menjadi agak berat karena jalan yang menanjak dengan teratur. Sampai-sampai saya merasa kelelahan ketika nyampai dikantor, baju serasa basah kehujanan. Alhasil untuk menjaga kemampuan jarak empuh bersepeda, saya agak runtin bersepeda dengan jarak 4-5 km dengan tetap berusaha ke kantor dengan bersepeda ketika waktu agak senggang.

Hari Minggu adalah hari yang asyik untuk memanjakan diri memenuhi hasrat bersepeda. Sampai saat ini saya masih sendirian gowes, karena belum bertemu mitra yang klop. Tetapi hal ini tidak menjadi masalah bagi saya. Dari rumah sendirian, nyampai dijalan sudah berpapasan atau beringingan dengan pesepeda yang lain. Pokoknya tetap asyik.

Jalan kaliurang masih menjadi rute favorit karena dijalur inilah bertemunya para pesepeda dari berbagai wilayah terutama di jogja tengah dan utara. Waktu yang tepat untuk memulai gowes adalah  jam 5 pagi. Pada jam ini, akan bertemu banayk pesepeda yang rata-rata memulai bersepeda pada habis subuh sampai jam 6 pagi. Biasanya saya mulai masuk jalan kaliurang pada kilometer 9-10 setelah kurang lebih 4 km mengayuh sepeda dari rumah menyusuri perkampungan.

Jalan kaliurang adalah jalan yang menanjak pelan-pelan. tetapi jalur ini tidak terlalu melelahkan karena ada ruas-ruas yang cukup datang, tetapi sama sekali tidak ada turunan. Setelah pertigaan Besi jalur semakin agak berat karena terasa menanjjaknya. Sebagian pesepeda akan berisitirahan di kampus terpadu universitas islam indonesia untuk sejenak melepas lelah. Kemudian setelah itu mereka akan meneruskan perjalanan ke Pakem dan tumpek bleg di warung ijo pakem sebagai pemberhentian selanjutnya. Saya kurang paham apakah ini destinasi final atau hanya destinasi antara; tetapi yang jelas berkempul di tempat ini sangat asyik. Semua bersepeda denganbermacam-macam jenis. Sebenarnya warung ini sederhana saja, hanya menjual teh hangat dan jajanan pasar juga brongkos. Tetapi karena lokasinya yang sudah jauh dari kota dan cukup melelahkan sampai disini maka mungkin sangat cocok untuk tujuan pesepeda.

seberang warung ijo

Beberapa pesepeda yang masih tangguh akan meneruskan perjalanan ke kaliurang, kali adem, kali gendol dan tujuan-tujuan lain. Bagi saya sudah cukup lelah untuk sampai ke sini, tetapi setelah istirahat beberapa saat; mungkin suatu saat akan dicoba menerusakan ke tujuan berikutnya.

Sumber gambar di sini dan situ.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: